RSS

Pages

Ngambek sama kamu itu sama aja seperti jalan di atas jembatan yang ga ada pegangannya..


2 september 2012

Ngambek sama kamu itu ga enak sebenernya. Ngambek sama kamu itu sama aja ngebuat aku berada diposisi yang tidak menyenangkan. Karena aku akhirnya merasa sendirian. Dan aku ga suka. Aku ga suka harus ngerasa sendirian. Karena saat ini, aku ga tau apa yang harus aku hadapin, apa yang harus aku lakuin kalo sendirian.

Aku ga siap untuk terluka lagi. Aku ga siap untuk merasa tersakiti lagi. Dan ngambek sama kamu itu sama aja dengan ngebuang sabuk pengaman di dalem mobil yang jalannya lagi oleng. Ngambek sama kamu itu sama aja seperti jalan di atas jembatan yang ga ada pegangannya. Ngambek sama kamu itu sama aja aku nekat bawa helikopter tapi ga tau caranya. Ngambek sama kamu itu sama aja kaya naek banana boat ga pake pelampung. Aku ga berasa aman.


Aku ga suka.Tapi,

harus ngehub. kamu duluan dan ngebuang ego aku juga, aku kesel. Aku sebel. Dan akhirnya aku cuman bisa nangis.Dan sekarang aku laper.. :p
beberapa hari ini, kondisi badan yang drop banget, dan pertarungan hati yang hebat ngebuat aku jadi uring-uringan dan sakit. Kehadiran kamu yang mungkin ga kamu sadari sudah terlalu banyak bantu aku ngelewatin semua masalah ini. Arti kehadiran kamu buat aku ga bisa aku ungkapin lewat kata-kata yang selalu berteman baik dengan aku. Mungkin kamu ga akan pernah tau, karena waktu ga ngasih kesempatan buat aku untuk bilang ini sama kamu.
Tapi, mungkin suatu saat nanti, kamu bisa baca tulisan ini. :)

Kamu tau gak, terkadang sangat mudah buat aku untuk baca perasaan dan apa yang sedang ada dipikiran kamu. Terkadang semua begitu jelas tanpa harus dicari tau. Tapi, saat aku lagi ngambek semuanya ga jelas. Aku ga bisa liat kamu. Aku ga bisa baca kamu. dan itu semua ngebuat kamu semakin jauh sama aku. :(

dan aku ga suka..

0 komentar:

Awan, aku tidak mengerti diriku... Mengapa aku harus menipu mereka dengan senyumanku, kalo pada kenyataannya, kau pun tau aku terluka, mengapa awan?? Mengapa topeng ini menjadi miliku yang abadi, aku tidak pernah mengerti.. Tidak!?! Mengakui bahwa aku terluka akan terlihat menyedihkan, tapi aku merasakan itu, tapi mereka tidak perlu tau. Ini rahasiaku dan dirimu, ini rahasia kita. Awan, Aku ingin menghilang dari sini, dari kepenatan ini, dari segala kekecauan ini, dari semua yang tidak melegakan, dari semua yang menyakitkan, dari semuanya... Aku ingin pergi! pergi mencari puing-puing kebahagiaan yang terpental entah kemana, mengumpulkannya kembali atau mencari pengganti yang tidak ditemukan, hingga ia menjadi bentuk, menjadi ada, menjadi nyata, menjadi rasa... Awan, Bermain dengan pelangi membawaku berada digerbang ketidak pastian, dan ini kenikmatan yang dihasilkan hati yang terperi, dan sekarang aku lelah, awan, lelah dengan penipuan terhadap diriku yang tenang. Karena aku tetap seorang purti, yang tidak selamanya mampu berdiri dengan ketegaran, aku butuh udara untuk nafasku, aku butuh ruang untuk tubuh letihku, bersandar... Aku ingin itu, Awan, aku ingin terbang saja, terbang kearahmu. Berikan aku sayap itu, awan.. Biar aku bebas dan karena ini rahasia kita, maka simpanlah untukku simpanlah dalam kekokohan hatimu. Maka ini akan menjadi rahasiamu, rahasia awan (lebaran hari kedua, pagi banget...)
 
Copyright 2009 Another Side... All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes